Kalo ada yang nonton school kakumei tanggal 25 September 2011 kemaren,pasti ada yang tau cerita ini.
Jadi kesimpulannya, saya bikin ini karena terinspirasi acara ‘School Kakumei’ itu. Dari video yang saya tonton.
Tapi karena saya nontonnya ga pake subtitle,maka percakapannya juga saya ngarang sendiri. Hanya berdasarkan expresi pemainnya aja. Dan sebagian aku tambah-tambahin improvisasi lah kao kata orang-orang Perfilm’an.
Saa,Hajimemashou!!!!
Title : let me introduce my self !
Casts : -Yama
-My lovey daddy
-Me
#Yama’s POV
Minggu,25 September 2011 jam 5 lewat limabelas menit.
Bisa jadi hari ini adalah hari yang paling aku nantikan. Nyaris semalaman aku tidak tidur untuk memikirkan bagaimana hari ini.
Saat ini aku tengah berdiri di depan rumah pacarku (eeaaaa). Berdiri mematung di depan pintu pagar rumahnya. Aku sudah menyiapkan semuanya selama ini. Tapi begitu hari itu tiba aku hanya bisa diam, dan melupakan semua teori yang aku dapat dari berbagai referensi dan pengalaman dari beberapa orang teman. Semua menguap begitu saja.
Keringat sebesar butiran jagung menetes-netes dari ujung rambutku.
Bagaimana ini?
Mundur saja? Ahh! Tidak. Menyerah berarti pecundang!
Kutekan bel.
Seseorang terdengar berlari kecil kearah pintu pagar. Bisa kutebak itu pasti dia. Aku yakin malam tadi dia juga tak bisa tidur,menunggu hari ini. Pintu pagar terbuka. Muncul seorang gadis memakai dress putih dengan ikat pinggang besar berwarna merah. Rambutnya diikat kecil. Memakai sneakers merah. Benar,kan tebakkan ku. Itu dia. Pacarku.
Wajahnya tampak begitu lega melihat siapa yang datang.
“haaaahh...syukurlah akhirnya kau datang. Aku sudah menunggu sejak tadi”.
“maaf aku sedikit terlambat.” Kataku. “ayahmu ada di dalam?” tanyaku sedikit bimbang.
“ummm? Tentu saja. Dia sedang menunggumu di ruang tamu. Ayo!!”. Dengan ceria,dia menarik tangan ku menuju pintu masuk. Pintu masuk rumah.
Entah kenapa pintu rumah itu tampak begitu menyeramkan bagiku. Aura kegelapan muncul membayangi. Aku berdehem. Dan menggeser pintu ke arah kiri. Nah,terbuka.
Dia disitu. Sedang duduk membaca koran harian pagi tadi. Wajahnya cukup bersahabat. Tapi dia sama sekali tidak melihat ku. Melirikku saja tidak. Dia begitu fokus terhadap apa yang dibacanya.
“tou-san. Perkenalkan. Ini Yamada-kun.” Kata Kirara. Aku kembali tegang. Sejak 8 bulan pacaran baru kali ini aku menyempatkan diri untuk kerumahnya. Dan bertemu dengan orangtuanya. Ayahnya terutama.
Ayahnya sedikit menoleh. Menatapku sekilas. Tanpa memerhatikan. Kurasa itu salah satu keahlian khususnya. Mengamati seseorang tanpa harus menatapnya terlalu jauh mendalam.
Aku berusaha sesopan mungkin dihadapannya. Aku duduk mengambil tempat duduk terdekat (ingat Scrap Teacher part. Taki Sensei latian Umiai sama Takasugi). Memperkenalkan diri dan membungkuk dalam-dalam.
“saya Yamada Ryosuke. Hajimemashite. Dan saya...pacar putri anda.”
Aku sudah begitu percaya diri saat ini. Tapi ketika Kirara-chan menyuruhku untuk menggeser ke tempat duduk lain dan mengatakan kalau aku salah mengambil tempat duduk,meruntuhkan benteng kepercayaan diriku. Rasa-rasanya aku pernah belajar ini. Dimana ya? Ah! Entahlah! Yang jelas ilmu itu terasa sia-sia sekarang.
Tak urung aku menggeser dan menahan senyum.
“kau Yamada Ryosuke?” tanya pria itu. Sedikit mirip dengan pemeran drama Korea yang ditonton oleh Misaki. Menurutku ya.
“iya Tou-san. Dia Yamada.” Kata Kirara.
“apakah anda mengenal saya?” tanyaku senang. Tak biasanya orang seumuran beliau untuk tahu idola remaja seperti aku (author:SONGONG!!!).
“tidak. Aku juga baru tahu kalau namamu Yamada.” Jawabnya datar. Dan tatapannya itu. Aduh! Begitu polos. Seketika itu juga senyum manisku berubah menjadi masam. Masam sekali. Tapi aku masih berusaha untuk tetap tersenyum.
“otou-san!!!” bentak Kirara pelan. Sepertinya dia agak kesal pada ayahnya. “kemarin aku sudah menceritakannya padamu,kan? Hey Say JUMP...JUMP..JUMP..!! ingat,kan?”
“aaahhh.!” Teriak Tn.Nakajima ini. Aku terlonjak kaget. “Hey say jump itu? Jadi seperti ini pacarmu?”
Hhh. Ya Tuhan. Jadi dari tadi itu dia baru sadar kalau aku pacar anaknya. Ampun!
“bagaimana orang seperti ini bisa punya pacar sepertimu?” katanya sambil mengacung-acungkan telunjuknya ke wajahku.
Saat kulihat wajah Kirara yang tersenyum karena ayahnya mulai ingat aku,aku juga ikut tersenyum. Lalu dia melirikku dan berkata,”oh. Sebaiknya aku membantu Kaa-san di dapur dulu.”. Dan dia pun melenggang pergi.
“ah,iya. Tidak apa-apa.” Aku berkata begitu hampir bersamaan dengan Nakajima-san. Lalu kami saling berpandangan.
Dash! Pandangan kami bertemu. Aku jadi semakin tegang. Dan tidak tahu harus memulai percakapan dari mana.
Apalagi Nakajima-san sudah kembali ke dunianya. Membaca koran. Tampak lebih serius dari sebelumnya.
Aku mendekat. Sebaiknya aku harus memulai obrolan. Bukankah aku kesini untuk lebih meng-akrab-i kelurga ini? Demi masa depanku. Ehm.
“apakah ada berita yang menarik? Sepertinya anda serius sekali?” seramah mungkin aku usahakan. Aduh,Chii. Aku butuh bantuan mu.
“iya ini menarik. Aku sedang memahaminya. Jadi diamlah.”. sembari menunjuk halaman yang dibacanya.
Apa? Diam? Wah! Kurasa itu bukan reaksi yang bagus. Gawat.
“........”
Sebenarnya aku ingin bicara lagi. Tentang sesuatu yang lebih nyambung. Tapi aku tidak tahu harus bicara apa. Payah! Alhasil aku pasang muka pucat,hidung kembang-kempis dan menahan senyum sambil berpikir,setelah ini apa,ya? seharusnya aku tanyakan ini pada Yuto atau Daiki. Bodohnya!
“kau tahu”. Dia memulai obrolan tanpa kuduga. Aku mendengarkannya dengan baik. “beritanya tentang seorang idola remaja yang dibunuh oleh salah seorang penggemarnya. Menarik sekali”
Duaaarrrrr.
Kau tahu apa yang ada dipikiranku? Sadis. Ya,benar. Sadis.
“uumm” kataku “bukankah tadi anda bilang untuk diam? Sebaiknya memang aku harus diam.” Aku berkata agak kesusahan karena mengulum senyum. Telunjuk kutempelkan di bibir. Pertanda kami untuk diam. Aku berpikir sekarang,diam. Bukan ide yang buruk.
~oo~
10 menit dengan diam,terlewati. Begitu Kirara datang membawa sepiring ‘sesuatu’ dan senampan ‘sesuatu’. Aku lega.
“aku dataang” katanya ceria.
“buuuummmmppphhhhhh” aku membuang muka begitu tahu apa yang dibawanya. Sepiring dan senampan berisi sesuatu itu..
Sesuatu itu rupanya adalah TOMAT.
Aku sejenak sadar kalau aku sama sekali belum pernah memberi tahu Kirara kalau aku tidak suka tomat. Bagaimana ini?
Apa aku harus bilang sekarang? Dihadapan ayahnya? Itu terdengar mustahil.
“kau tahu? Tomat ceri ini aku yang menanamnya sendiri. Secara organik. Itu pasti enak” kata Nakajima-san.
“ooohh. Begitukah. Kelihatannya memang lebih segar” aku berisaha mengelak. Tidak tahukah kalau aku benar-benar ingin muntah?
“kalau begitu cobalah. Aku akan makan setelah kau mencicipinya dulu.” Kirara ikut-ikutan.
“sebenarnya,aku agak sedikit alergi terhadap tomat. Kulitku akan memerah dan demam tinggi. Sayang sekali,ya. ahahaha” tawa ku terdengar ‘garing’.
“ah! Itu karena tomat yang kau makan selama ini terlalu banyak menggunakan peptisida. Kau alergi terhadap peptisida bukan tomat.”
“oh?”
Nakajima-san melanjutkan,
“tomat mengandung vitamin c yang bagus untuk daya tahan tubuh. Apalagi untuk remaja sepertimu.”
“tou-san benar. Ayo dicoba” kirara dan Nakajima-san benar-benar membujukku setengah mati. Aarrrrgghhh!!
Aku perlahan meraih kain lap. Membersihkan tanganku. Sekedar untuk mengulur waktu. Barangkali ada yang datang menolong.
“masaka?” desahku.
Memilin-milin sebutir tomat ceri. Aku seperti menghadapi kematian. Dengan Nakajima-san sebagai Shinigami-nya.
“kalau begitu, aku akan memakannya satu. Saa. Itadakimasu” aku menyerah. Tatapan Nakajima-san seperti mengintimidasiku.
“ah..dozou. dozou.”
Yek! Tomat itu terasa seperti kotoran cair. Aku memejamkan mata sebentar untuk menghalau rasa mualku. Jangan sampai aku muntah disitu.
Demi masa depanku. Dengan Nakajima-san.
Semoga perjuanganku tidak sia-sia.
end
~oo~
Gimana?? Haha aneh ya?
Iya lah.
Tapi gimanapun aku suka banget acara ini. Ekspresi Yama pas bingung mo ngomong apa ke CAMERnya. Mukanya pas mo muntah gara-gara tomat. Gokil!
Tapi rese banget itu calon mertuanya. Mukanya itu lo! Innocent banget.
Tapi papaku ga gitu2 amat ko Yam orangnya /alah
Baiklah sekian saja. Silakan kembali ke dunia nyata.
Bye bye